ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA DIKOMUNITAS
MAKALAH
KEPERAWATAN
GERONTIK
ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA DIKOMUNITAS
Disusun
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Gerontik
Disusun
Oleh Kelompok VII
1. Hestisari
khurnia (04.12.3439)
2. Lili
yuliati (04.12.3446)
3. Nyoman
bagiarta (04.12.3452)
4. Tri
suryawati (04.12.3468)
5. Vivied
kamisa apriani (04.12.3471)
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SURYA GLOBAL
YOGYAKARTA
2015
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kita panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa, atas limpahan Rahmat dan
KaruniaNya sehingga penyusunan makalah mata kuliah keperawatan keperawatan
gerontik dengan judul “Asuhan keperawatan
lansia di komunitas” ini dapat
penulis selesaikan tepat pada waktunya.
Meskipun
demikian, kami menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan makalah ini masih sangat
jauh dari kesempurnaan baik dari segi bahasa maupun kalimatnya. Olehnya itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari siapa saja yang
sempat membaca makalah ini.
Akhir
kata penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini semoga bantuannya mendapat
balasan yang setimpal dari Tuhan yang maha esa.
Yogyakarta,
April 2015
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
.............................................................................................. 2
DAFTAR ISI
.............................................................................................................. 3
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. ....... 4
A. Latar
belakang................................................................................ ....... 4
B. Rumusan
masalah........................................................................... ....... 5
C. Tujuan............................................................................................. ....... 5
D. Manfaat
.......................................................................................... ....... 6
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian lansia............................................................................. ....... 7
B. Sasaran
lansia dikomunitas............................................................. ....... 7
C. Tujuan
pelayanan kesehatan lansia................................................. ....... 7
D. Jenis-jenis
pelayanan lansia dikomunitas........................................ ....... 8
E. Prinsip
pelayanan kesehatan lansia dikomunitas............................. ..... 11
F. Pelaksanaan
pelayanan kesahatan lansia dikomunitas.................... ..... 12
G. Institusional
pelayanan lansia dikomunitas..................................... ..... 13
H. Asuhan
keperawatan lansia dikomunitas........................................ ..... 19
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
.................................................................................... ..... 22
B. Saran
.............................................................................................. ..... 24
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 25
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang
Keperawatan adalah ilmu yang mempelajari
penyimpangan atau tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yang dapat
mempengaruhi perubahan, penyimpangan atau tidak berfungsinya secara optimal
setiap unit yang terdapat dalam sistem hayati tubuh manusia, baik secara
individu, keluarga, ataupun masyarakat dan ekosistem. Komunitas adalah
sekelompok manusia yang saling berhubungan lebih sering dibandingkan dengan
manusia lain yang berada diluarnya serta saling ketergantungan untuk memenuhi
keperluan barang dan jasa yang penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
Keperawatan
komunitas adalah sintetis praktik keperawatan lanjut usia dan meningkatkan dan
memelihara kesehatan penduduk. Asuhan keperawatan lanjut usia bersifat
berkelanjutan bukan episodik terhadap status kesehatan lanjut usia. Oleh karena
itu asuhana keperawatan lanjut usia ditukan kepada individu lanjut usia,
keluarga dan kelompok yang mempengaruhi kesehatan, penigkatan kesehatan, penjuluhan
kesehatan koordinasi dan asuhan keperawatan berkelanjutan yang dilaksanakan
dengan pendekatan menyeluruh terhadap kelompok dan masyarakat.
Asuhan keperawatan
pada lanjut usia ditatanan komunitas, selain mencangkup keperawatan kesehatan
keluarga atau pelaku rawat juga memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan
masyarakat luas membantu masyarakat mengidenifikasi masalah kesehatan
sendiri,serta memecahkan masalah kesehatan tersebut sesuai dengan kemapuan yang
ada pada lanjut usia sebelum mereka meminta bantuan pada orang lain.
Selain
itu, asuhan keperawatan lanjut usia ditatana komunitas menitik beratkan pada
dukungan dan peran serta masyarakat secara aktif dengan mengutamakan pelayanan
promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanaan
kuratif dan rehabilitatif. Intervensi ditujukan pada individu lanjut usia,
keluarga, pemberi asuhan, karyawan panti, kelompok dan masyarakat sebagai
kesatuan yang utuh melalui proses keperawatan untuk meningkatkan fungsi
kehidupan manusia secara optimal sehingga mandri selama mungkin dalam upaya
kesehatannya. Keperawatan pada usia lanjut merupakan bgian dari tugas dan
profesi keperawatan yang memerlukan berbagai keahlian dan keterampilan yang
spesifik sehingga dibidang keperawatan pun saat ini ilmu keperawatan lanjut
usia berkembang menjadi suatu spesialisasi yang mulai berkembang.
Keperawatan lanjut usia dalam bahasa
Inggris sering dibedakan atas Gerontologic nursing (gerontic nursing) dan
geriatric nursing sesuai keterlibatannya dalam bidang yang
berlainan.Gerontologic nurse atau perawat gerontologi adalah perawat yang
bertugas memberikan asuhankeperawatan pada semua penderita berusia diatas 65
tahun dipakai batasan usia 60 tahun tanpa melihat apapun penyebabnya dan dimanapun dia bertugas
Secara definisi, hal ini berbeda dengan perawat geriatrik, yaitu mereka yang
berusia diatas 65 tahun danmenderita lebih dari satu macam penyakit (multipel
patologi), disertai dengan berbagai masalah psikologik maupun sosial.
B.
Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat
diambil rumusan masalah sebagai berikut :
1.
Apa
pengertian lansia?
2.
Apa saja
sasaran pelayanan lansia ?
3.
Apa tujuan
pelayanan pada lansia ?
4.
Jenis-jenis
pelayanan pada lansia ?
5.
Bagaimana Prinsip
pelayanan kesehatan pada lansia ?
6.
Bagaimana
pelaksanaan pelayanan kesehatan lanjut usia dikomunitas ?
7.
Apa saja
Institusionalisasi lanjut usia ?
8.
Bagaimana
asuhan keperawatan pada lansia ?
C.
Tujuan
a)
Tujuan umum
Agar pembaca mampu mengetahui dan memahami asuhan keperawatan lansia di
komunitas.
b)
Tujuan khusus
1)
Mampu
memahami pengertian lansia
2)
Mampu
mengetahui sasaran pelayanan lansia dikomunitas
3)
Mampu
mengetahui tujuan pelayanan kesehatan dikomunitas
4)
Mampu
memahami jenis-jenis pelayanan lansia
5)
Mampu
memahami prinsip pelayanan kesehatan pada lansia
6)
Mampu
memahami palaksanaan pelayanan kesehatan lanjut usia dikomunitas
7)
Mampu
mengetahui institusional lanjut usia
8)
Mampu
membuat asuhan keperawatan lansia dikomunitas
D.
Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah
sebagai berikut
1.
Mahasiswa
Memberikan gambaran dan pengetahuan dalam memberikan asuahan keperawatan
pada lansia di tatanan komunitas.
2.
Masyarakat
umum
Menambah pengetahuan tentang asuhan keperawatan lansia dikomunitas
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Usia lanjut dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur
kehidupan manusia. Lansia adalah kelompok usia 60 tahun keatas yang rentan
terhadap kesehatan fisik dan mental. Penuaan atau dikenal dengan aging berarti
merupakan tahap lanjut dari proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan
kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stress lingkungan. Penurunan kemampuan
berbagai organ, fungsi dan sistem tubuh bersifat alamiah/fisiologis. Pada
umumnya tanda proses menua mulai tampak sejak usia 45 tahun dan memimbulkan
masalah di usia sekitar 60 tahun. Maka dapat disimpulkan bahwa lansia adalah lanjut usia adalah tahap
masa tua dalam perkembangan individu dengan batas usia 60 tahun ke atas.
B.
Sasaran
lansia dikomunitas
Sasaran terbagi dua yaitu sasaran langsung san tidak
langsung.
1)
Sasaran langsung berupa lanjut usia yang
berusia 60 tahun keatas, potensial sehat jasmani dan rohani.
2)
Sasaran tidak langsung berupa organisasi
sosial, yayasan dan LSM yang bergerak dibidang pelayanan lanjut usia,
masyarakat, dunia usaha dan instansi pemerintahan.
C.
Tujuan
pelayanan kesehatan lansia
1)
Terpenuhinya jasmani,rohani, sosial dan
psikologinya lanjut usia secara memadai serta teratasinya masalah-masalah
lanjut usia.
2)
Terlindunginya lanjut usia dari
perlakuan masalah.
3)
Terlaksananya kegiatan yang bermakna
bagi lanjut usia
4)
Terpeliharanya hubungan yang harmonis
antara lanjut usia, keluarga dan lingkungan.
5)
Terbentuknya keluarga dalam menjalankan
tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan lanjut usia.
6)
Melembagakan nilai-nilai terhadap lanjut
usia.
7)
Tersedianya pelayanan alternatif diluar
pelayanan panti sosial bagi lanjut usia.
D.
Jenis-jenis
pelayanan lansia
Jenis pelayanan lanjut usia didasarkan pada
kebutuhan dan masalah lanjut usia. Dalam pelayanan proses lanjut usia dituntut
untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang bermakna bagi massa tuanya.
1.
Pelayanan sosial
Pelayanan
ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan lanjut usia dalam menyesuikan diri
terhadap proses perubahan dirinya, baik secara fisik, psikologi maupun sosial.
Pelayanan
sosial mencangkup :
a)
Bimbingan sosial :
1)
Mengatasi masalah-masalah lanjut usia
dalam hubungannya dengan lingkungan sosial khususnya keluarga
2)
Mengoptimalkan relaksasi antara lanjut
usia maupun dengan lingkungan sosialnya (keluarga dan komunitas sekitar lembaga
pelayanan harian)
3)
Pelayanan ini dilakukan melalui
bimbingan sosial kelompok dalam bentuk konseling, diskusi, permainan peran dan
lain-lain.
b)
Bimbingan psikososial
Bimbingan
psikososial diarahkan untuk mengatasi masalah psikososial yang bersumber dari
tekanan-tekanan emosional, psikologis dan lingkungan sosial lanjut usia,
menurunkan kecemasan mereka dan masalah-masalah lainnya. Bimbingan psikososial
dilaksanakan melalui kegiatan konseling, individu, kelompok, dan keluarga.
2.
Pelayanan psikologis
Pelayanan
ini terutama ditujukan untuk memperbuat kondisi mental dan psikologis lanjut
usia dan keluarganya dalam menghadapi berbagai tekanan.
Pelayanan
ini dilakukan melalui :
1)
Pelayanan konsultasi psikologis
2)
Pelayanan rekruitmen lanjut usia
potensial yang masih ingin bekerja.
3)
Pelayanan konseling lain-lain.
3.
Pelayanan kerohanian.
Pelayanan
kerohanian bertujuan untuk mencptakan kepuasan batin, mencapai ketenangan jiwa
dan ketakwaan lanjut usia kepada tuhhab yang maha esa, yang dilakukan melalui
kegiatan pengajianm kebaktian, ceramah-ceramah agama dan ziarah.
4.
Pemeliharaan fisik dan kesehatan.
Pelayanan
ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kondisi dan keberfungsian fisik
lanjut usia serta meningkatkan pemahaman dan partisipasi lanjut usia dalam
upaya pemeliharaan fisik dan kesehatan.
Pelayanan
pemeliharaan fisik dan kesehatan dilakukan melalui :
1)
Pelayanan makan dan gizi, yang bertujuan
untuk menjaga terpenuhinya kebutuhan fisik, nutrisi atau diet lanjut usia.
Pelayanan ini terdiri dari :
a)
Penyediaan makanan.
b)
Pengaturan asupan makanan.
c)
Konsultasi diet.
d)
Pemberian makanan tambahan (snack dan
lain-lain)
2)
Pelayanan kesehatan, yang bertujuan
untuk memantau serta menjaga kondisi kesehatan lanjut usia. Pelayanan ini
meliputi : pelayanan promotif, preventif, dan kuratif, termasuk didalamnya
pelayanan pemeriksaan kesehatan.
3)
Pelayanan kebugaran
Pelayanan
ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada lanjut usia dalam
melaksanakan aktivitas yang bermanfaat bagi kesehatan fisik serta menjaga
sarana kegiatan rekreatif.
Pelayanan
kebugaran meliputi :
·
Penyelanggaraan senam kesehatan yang
bersifat khusus seperti senam jantung dan darah tinggi
·
Penyediaan pelayana olahraga yang sesuai
dengan kebutuhan lanjut usia.
5.
Penyedia tempat yang sehat dan aman
Pelayanan
ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan pada lansia yang memungkinkan mereka
untuk beristirahat, maupun melakukan aktifitas dengan penuh semangat
6.
Pelayanan rekreasi dan penyaluran hobi
Pelayanan
ini ditujukan untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi usia lanjut.
Kegiatan yang bersifat hiburan atau pengisiaan waktu luang.
Pelayanan
ini meliputi :
·
Darmawisata bersama
·
Merayakan ulang tahun atau mengadakan
arisan
·
Menyediakan fasilitas hiburan (ruangan
untukmenyanyi, menonton tv, dansa dan dll)
·
Merajut, berkebun, dll
·
Menyelengarakan kursus-kursus bahasa,
keterampilan praktis dll
·
Menyediakan fasilitas perpustakaan
7.
Pelayanan penghubung atau rujukan
Pelayanan
ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan usia lanjut dengan cara menghubungkan
atau merujuk mereka dengan sistem sumber atau pelayanan lain yang dibutuhkan.
Lembaga pelayanan harian menyediakan pelayanan penunjang antara lain: pelayanan
data dan informasi.
Pelayanan
ini bertujuan untuk menyediakan data dan informasi bertujuan berkaitan dengan
masalah lanjut usia dan pelayanan harian lanjut usia seperti:persyaratan
penerimaan, jenis pelayanan tersedia, proses pelayanan sarana dan prasaranan
yang tersedia dan dll.
Pelayanan
ini bertujuan untuk meningkatkan mobilitas lanjut usia yang meliputi:
penyediaan sarana transportasi yang dibutukan lanjut usia, ambulans dll (DepSos
RI ,2003 dalam henny sularesti)
E.
Prinsip
pelayanan kesehatan dikomunitas
Dalam pemberian asuhan usia lanjut harus
dilaksanakan dengan memperhatikan prisip antara lain :
1.
Tidak memberi stigma (destigmatisasi ).
Pada dasarnya proses menua disertai masalah kesepian, kurang pendengaran,
kurang penglihatan, dan lemah fisik. Hal tersebut merupakan proses alamiah dan
akan terjadi pada semua orang, kesulitan yang terberat bagi lansia, apalagi
bila ditambah label “lanjut usia tidak berguna lagi”
2.
Tidak mengucilkan
3.
Usia lanjut sangat membutuhkan perhatian
dan kasih sayang karena jangan dikucilkan dari pergaulan sosialnya.
4.
Menghindari sikap sensitiif.
5.
Pemenuhan kebutuhan secara tepat.
6.
Pelayanan secara komperhensif.
7.
Tidak membesar-besarkan masalah.
8.
Mengindari sikap belas kasihan.
9.
Pelayanan yang cepat dan tepat.
10.
Pelayanan yang bermutu.
11.
Pelayanan yang efektif dan efisien.
12.
Pelayanan yang akuntabel
Dalam memberikan asuhan keperawatan
perawat di PSTW (Panti sosial Tresna
Wredha) dapat berfungsi sebagai pengganti keluarga yang memberi pelayanan
kejahteraan sosial.
Pemberian asuhan pada lanjut usia
harus mengacu pada fungsi keluarga yaitu fungsi afektif (saling
asah,asih,asuh,cinta kasih, menerima dan menghargai) dengan mempertahankan
iklim yang positif fungsi sossialisasi harus saling menciptakan interaksi yang
karmonis sehingga mampu berperan di PSTW.
F.
Pelaksanaan
pelayanan kesehatan lansia dikomunitas
Secara garis besar pelayanan kesehatan pada
lansia dapat dipakai sebagai berikut ( Hasi-martono,1993-1994)
1. Pelayanan kesehatan lanjut usia
dimasyarakat dikomunitas
(Community based service)
pada upaya kesehatan ini berupaya berperan dalam menangani kesehatan lanjut usia sensitif puskemas dan dokter merupakan tulang punggung pada layanan tingkat ini. Puskesmas berperan membentuk kelompok atau klub lanjut usia dalam upaya promotif,preventif,kuratif peran serta LSM untuk membentuk layanan sukarela misalnya dalam pemberian badan yang mmeberikan layanan bantuan keperawatan (home nursing)
(Community based service)
pada upaya kesehatan ini berupaya berperan dalam menangani kesehatan lanjut usia sensitif puskemas dan dokter merupakan tulang punggung pada layanan tingkat ini. Puskesmas berperan membentuk kelompok atau klub lanjut usia dalam upaya promotif,preventif,kuratif peran serta LSM untuk membentuk layanan sukarela misalnya dalam pemberian badan yang mmeberikan layanan bantuan keperawatan (home nursing)
2. Pelayanaan Kesehatan Lansia
Masyarakat Berbasis Rumah Sakit (Hospital Based Community Geriatric Service)
Pada
layanan tingkat ini, rumah sakit setempat yang telah melakukan layanan geriatri
bertugas membina lansia yang berda di wilayahnya, baik secara langsung atau
tidak langsung melalui pembinana puskesmas yang berada di wilayah kerjaannya”Transfer Of Knowledge” berupa lokakarya,simposium,ceramah-ceramah
baikkepada tenagakesehatan ataupun
kepada umum perlu di laksanakan.dilain piha, rumah sakit harus selalu
bersedia bertindak sebagai rujukan dari layanan kesehatan yang adda di
masyarakat.
3. Pelayanan Kesehatan Lansia Berbasis
Rumah Sakit ( Hospital Basedgeriatric
Service).
Pada
layanan ini rumah sakit tergantung dari jenis layanan yang ada,menyediakan
berbagai layanan bagi para lanjut usia. Mulai dari layanan sederahana berupa
poliklinik lansia, sampai pada layanan yang lebih maju,misalnya: Bangsal aku,
klink siang terpadu (day hospital),
bangsal kronis atau panti rawat wredha ( nursing
homes). Disamping itu rumah sakit jiwa juga menyediakan layana kesehatan
lansia bagi lansia dengan pola yang sama. Pada tingkat ini di laksanan suatu
layanan terkait (con joint care) antara unit geriatri unit ruamh sakit umum
dengan unit psikogeriatri suatu rumah sakit jiwa, terutama untuk menangani penderita penyakit fisik densgn komponen
gangguan psikis berat atau sebaliknya.
G.
Institusional
lansia
1) Nonpanti
a.
Perumahan bagi lanjut usia sehat
Perubahan bagi lanjut usia sehat
merupakan kompleks bagi lanjut usia yang masih mandiri. Rumah ini telah
dibangun, dibentuk, dan diaturhat merupakan kompleks bagi lanjut usia yang
masih mandiri. Rumah ini telah dibangun, dibentuk, dan diatur sa sedemikian
rupa , sehingga ukuran, perabotan rumah tangga, dan peralatan telah disediakan
dan disesuaikan dengan kebutuhan lanjut usia, (mis., lantai tidak licin,
penerangan cukup, ukuran kursi, meja, tempat tidur, peralatan dapur, tangga,
dan alat pegangan, dll.) Biasanya tempat semacam ini ditunjukan untuk warga
lanjut usia yang masih mandiri, tetapi anak-anaknya sudah berkeluarga dan hidup
terpisah.
b.
Service flat
Rumah
susun mewah lengkap dengan mini-supermarket, salon, dan sarana olahraga. Setiap
lanjut usia menghuni satu apartemen lengkap dengan ruang tamu, ruang makan,
dapur, dsb. Makanan disediakan dan pakaian dicucikan. Lokasinya dekat dengan
panti rawat werdha (nursing home),
agar dapat memakai sarana kesehatannya dan membina kontak dengan sesama lanjut
usia.
c.
Rumah lanjut usia di dekat
panti
Lanjut
usia yang telah memulai sakit-sakitan
atau invalid, tetapi masih ingin hidup mandiri, mendapat rumah didekat panti
werdha (nursing home). Makan dapat dipesan dari catering dan dapat mendatangkan
orang untuk membersihkan rumahnya sekali dalam
satu minggu.
d.
Pemukiman berkelompok
Beberapa
warga lanjut usia tinggal di flat
dengan ruang tamu dan dapur secara bersama. Setiap lanjut usia menghuni kamar
terpisah tetapi setiap hari dapat bertemu. Meka membuat sendiri aturan dalam
kelompok tersebut.
e.
Perawatan lanjut usia dirumah
Pada perawatan lanjut usia di rumah
(dalam Bahasa belanda, Mantelzorg),perawatan/pemberian
asuhan mendatangi rumah lanjut usia, membantu memberi asuhan keperawatan
(memandikan, melaksanakan pemberian obat dari dokter, merawat kebersihan
pribadinya), bahkan memasak, membersihkan rumah lanjut usia, dan sebagainya.
Kegiatan ini dikoordinasi di tingkat kecematan.
Pada pelayanan kesehatan dirumah
(dalam bahasa belanda Thuiszorg),
lanjut usia yang mengalami sakit dapat meminta bantuan petugas kesehatan/ perawat
untuk datang ke rumah untuk memberi obat yang diperlukan. Perawat juga
menyewakan alat bantu agar lanjut usia tetap dapat mandiri. Pelayanan ini
dilakukan oleh pemerintah dan swasta.
f.
Pelayanan social di keluarga
sendiri
Home
care service adalah
bentuk pelayanan social bagi lanjut usia yang dilakukan di rumah sendiri atau
di dalam lingkungan ke luarga lanjut usia. Tujuan pelayanan yang diberikan
adalah membantu keluarga mengatasi dan memecahkan masalah lanjut usia,
sekaligus member kesempatan kepada lanjut usia untuk tetap tinggal dalam
lingkungan keluarga. Sasaran pelayanannya adalah lanjut usia yang mengalami
masalah mobilitas, kesehatan, dan lain-lain, sehingga membutuhkan dari pihak
lain. Pelayanan ini dapat diberikan oleh:
1. Perseorangan:
perawat, pemberi asuhan, pramulansia
2. Keluarga
3. Kelompok
4. Lembaga/
organisasi social/yayasan
5. Dunia
usaha dan pemerintah
Jenis pelayanan yang diberikan dapat berupa bantuan
makanan (menyiapkan dan memberi makanan), bantuan melakukan aktivitas
sehari-hari, bantuan kebersihan dan perawatan kesehatan, penyuluhan gizi dan
kesehatan, pendampingan rekreasi, bimbingan mental dan keagamaan, konseling,
dan rujukan. Pelayanan diberikan secara kontinu setiap hari, setiap minggu,
setiap bulan, selama lanjut usia atau keluarganya membutuhkan. Pelayanan dapat
bersifat sukarela atau atas dasar kemanusiaan dan keagamaan, dapat juga
bersifat komersil/ balas jasa.
Perawatan lanjut
usia di rumah sendiri oleh keluarga . Hal ini berarti keluaga harus
melaksanakan pada:
1. Asah (penyuluhan)
2. Ah
mandisih ( kasih sayang/ kesehatan/saling menerima
3. Asuh
(saling mendukung/merawat/mengasuh)
Keluarga harus terlihat aktif dalam
mempertahankan dan meningkatkan status kesehatan lanjut usia. Perlu kerja sama
dengan perawat dalam mengenal dan menyelesaikan masalah kesehatan. Perawat di
rumah memberi manfaat bagi lanjut usia yang masih mandiri dan mau tetap tinggal
di rumah. Bagi lanjut usia lingkungan rumah lebih dikenal dan lebih nyama, kemandirian dapat dibentuk lebih cepat,
pendekatan yang diberikan bersifat individu, dan lebih bersifat pribadi.
Dirumah ia akan mendapatkan suasana hangat karena dekat dengan anak,cucu, tema,
dan dapat melakukan hobinya.
Beberapa hal yang perlu
diperhatikan, antara lain:
1. Perhitungkan
sumber dana (terutama untuk alat-alat)
2. Adaptasi
di rumah:
a. Jalan
keluar/ masuk rumah dan kamar dibuat bebas hambatan
b. Hindari
lantai licin, barang berserakan, dan lampu redup
c. Letakkan
alat komunikasi pada tempat yang mudah dijangkau (telepon, interkom, bel, dan
lain-lain).
d. Letakkan
TV dan radio pada posisi yang terbaik
e. Pengamanan
pada tanggal
f. Penyesuaian
peralatan dapur
g. Penyesuaian
di ruang duduk, termasuk bentuk dan ukuran kursi, sebaiknya setinggi kursi
makan dan berlengan.
h. Kamar
mandi/WC di lengkapi pegangan
Prinsip pelayanan yang di berikan harus
berpedoman pada ideology atau cita-cita yang di bangun dalam pelayanan bantuan
dirumah ,yakni :
1. Hidup
mandiri
2. Mengambil
keputusan sendiri
3. Gaya
hidup pribadi dan orientasi nilai
4. Kerahasiaan
dan privasi
5. Keamanan
g.
Foster care service
Foster care service atau pelayan
social lanjut usia melalui keluarga pengganti
pelayanan social yang di berikan kepada lanjut usia di luar keluarga
sendiri dan di luar lembaga . lanjut usia tinggal bersama keluarga lain/pengganti
karena keluarga tidak member pelayanan yang di butuhkannya atau berada dalam
kondisi terlantar. Pelayanan ini di berikan terutama oleh keluarga pengganti
yang bersedia memberi pelayanan.
Tujuan pelayanan ini adalah
membantu memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalah yang di hadapi lanjut usia
dan keluarga nya.sasaran pelayanan adalah lanjut usia terlantar atau lanjut
usia karena satu dan lain hal,tidak dapat di layani oleh keluarga
sendiri,termasuk lanjut usia yang di terlantarkan.
Jenis pelayanan yang dapat di berikan
berupa :
1. Bantuan
makanan,misalnya menyiapkan dan memberi makanan
2. Peningkatan
gizi
3. Bantuan
aktivitas sehari-hari
4. Bantuan
kebersihan dan perawatan kesehatan
5. Pendampingan
rekreasi
6. Konseling
7. Olahraga/senam
lanjut usia
8. Pelayanan
mental spiritual
9. Rujukan
10. Memberi informasi dan melatih anggota keluarga
tentang cara memberi pelayanan lanjut usia
Pelayanan di berikan secara
kontinu/berkala bias setiap hari,setiap minggu,setiap bulan,sepanjang lanjut
usia/keluarga membutuhkan. Pelayanan dapat bersifat sukarela ( atas dasar
kemanusiaan dan keagamaan ) dapat juga bersifat komersial/balas jasa.
h.
Pusat santunan keluarga (pusaka )
Dulu di sebut home care, yang
berubah pada tahun 1987.pelyanan kepada lanjut usia ini di berikan di tempat
yang tidak jauh dari tempat tinggal lanjut usia. Tujuan pelayanan ini adalah
membantu keluarga/lanjut usia dalam mengatasi permasalahan, untuk memenuhi
kebutuhan,memecahan masalah lanjut usia,sekaligus memberi kesempatan kepada lanjut usia untuk tetap tinggal di lingkungan keluarga.
Sasaran pelayanan adalah lanjut
usia yang berada dalam lingkungan keluarga sendiri atau keluarga
pengganti.lanjut usia masih berpotensi,sehat,dan mandiri,tetapi mengalami
keterbatasan ekonomi.
Jenis
pelayanan yang di berikan :
Kegiatan pemeriksaan
kesehatan
1. Olahraga
bersama
2. Pengadaan
dan pengiriman makanan ( meals on wheels)
3. Upaya
pendalaman keagamaan
2)
Panti
sosial trensna wredha
Panti sosial tresna werdha (PSTW ) adalah institusi yang
memberi pelayanan dan perawatan jasmani,rohani,social, dan perlindungan untuk
memenuhi kebutuhan lanjut usia agar dapat memiliki kehidupan secara wajar. PSTW
( versi depsos RI ) unit pelaksana teknis (UPT ) di bidang pembinaan
kesejahteraan social lanjut usia memberi pelayanan kesejahteraan social bagi
lanjut usia berupa pemberian :
1. Penampngan
2. Jaminan
hidup ( makanan dan pakaian )
3. Pemeliharaan
kesehatan
4. Pengisian
waktu luang termaksud rekreasi
5. Bimbingan
social,mental dan spiritual
Dengan demikian ,para lanjut
usia yang tinggal di PSTW dapat
menikmati hari tuanya denga ketentraman lahir dan batin. Pelayanan yang di
berikan dalam bentuk kegiatan, antara lain :
1.
Kegiatan
rutin ( harus terjadwal dari senin sampai sabtu )
a. Pemenuhan
kebutuhan makan 3 kali/hari dan kudapan 2 kali/hari
b. Senam
lansia : senam pernapasan, senam jantung,senam relaksasi otot jantung dan panca indra,senam osteoporosis , senam
diabetes mellitus ,senam dan gerak latih otak.
c. Bimbingan
rohani/ keagamaan sesuai dengan agama /kepercayaan lanjut usia
d. Kerajinan
tangan : menjahit, membordir,menyulam,merenda, dan membuat kartu ucapan.
e. Menyalurkan
hobi : bermain angklung,menyanyi diiringi orgen,karaoke,berkebun,dan melukis.
2.
kegiatan
waktu luang
a. bermain
( scrabble,congklak,halma,catur,pingpong,poco-poco)
b. berpantung/baca
puisi
c. menonton
film ( video,TV )
d. membaca
( Koran )
e. olahraga
( berenan,tenis lapangan, dan lain-lain )
f. menerjamah
artikel ( dari bahasa asing ke bahasa Indonesia )
H. Asuhan keperawatan lansia dikomunitas
Asuhan keperawatan lanjut usia ditatanan komunitas ini diberikan
dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan meliputi:
1.
Pengkajian
Data yang perlu dikumpulkan dimasyarakat
meliputi askep bio-psiko-sosial-kultural, dan spiritual. Data tersebut
diperoleh dari wawancara, observasi, partisipasi, analisis data sekunder,
penelitian,catatan kesehatan, survey terstruktur, dan winshield survey. Menurut Newman (1982), Pengkajian terdiri atas
struktur inti, dan delapan subsistem yang mengelilingi struktur inti, antara
lain lingkungan fisik, sarana pelayanan kesehatan dan sosial-ekonomi, keamanan,
trasportasi, polotik, komunikasi , pendidikan, dan rekreasi.
a.
Struktur inti (komunitas lanjut usia).
Hal yang dikaji dalam struktur inti antara lain konsep diri system
pendukung yang ada di masyarakat (terutama lanjut usia yang tinggal
diberbagai tipe hunian lanjut usia). Yang dimaksud dengan konsep diri meliputi
meliputi persepsi masyarakat lanjut usia terhadap kesehatan, kelompok, dan
lingkungan. Riwayat kesehatan meliputi kapan terjadi resiko penyakit dan
bagaimana masyarakat lanjut usia menerima perubahan program kesehatan.
Sedangkan data statistik yang dapat dikaji
adalah usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, morbiditas dan mortalitas,
tingkat penghasilan serta komposisi pekerjaan. Selain itu, data kultural yang di kaji meliputi suku bangsa, bahasa
yang digunakan, dan nilai dan keyakinan tentang kesehatan. Sistem pendukung
yang perlu dikaji adalah dukungan profesi lain dalam memecahkan masalah
kesehatan serta bentuk dukungan tersebut.
b.
Interaksi subsistem.
Yang merupakan interaksi subsistem adalah lingkungan fisik, pelayanan kesehatan dan sosial ekonomi, keamanan dan
trasportasi, politik, komunikasi, pendidikan serta rekreasi.
a. Lingkungan
fisik meliputi jenis pelayanan geopolitik, bunyi, bising, bau, fasilitas
pelayanan dan sosial.
b. Pelayanan
kesehatan meliputi jenis pelayanan yang diberikan, sumber pelayanan kesehatan,
karakteristik pemakaian statistik, jenis fasilitas kesehatan yang tersedia,
sosial intra ekstra komunitas
c.
Ekonomi meliputi sejauh mana ekonomi
mempengaruhi kesehatan kelompok, jumlah pengangguran, komposisi pekerjaan,
tingkat pendidikan, presentase lanjut usia yang hidup di bawah garis
kemiskinan.
d.
Keamanan dan transportasi yang meliputi
jenis kriminalitas, kemanan dan anggota masyarakat,jenis pelayanan keamanan
(polisi,pemadam kebakaran, dan lain-lain), jenis transportasi masyaraka, jenis
transportasi khusus.
e.
Politik. Hal ini yang perlu dikaji
antara lain struktur organisasi masyarakat. Apakah masyarakat/lanjut usia
mempunyai badan perkumpulan politik yang formal.
f.
Komunikasi meliputi bagaimana informas
dikomunikasikan, tersedianya jenis papan pengumuman dan arena pertemua.
g.
Pendidikan meliputi persentase kelompok
lanjut usia yang pernah sekolah, buta huruf, apakah kelompok memerlukan
pengetahuan khusus, apakah tersedia sumber pendidikan khusus.
2. Diagnosis keperawatan
Diagnosisi keperawatan komunitas adalah
respon masyarakat/lanjut usia terhadap masalah kesehatan, baik aktual maupun
potensial/resiko yang dapat diantisipasi oleh perawat. Diagnosis keperawatan
tersebut:
1.
Menggambarkan masalah, tanggapan dan
kondisi masyarakat lanjut usia.
2.
Mengidentifikasi faktor etiologi dan
masalah
3.
Karakteristik, tanda, dan gejala
masalah.
3. Rencana dan pelaksanaan tindakan
keperawatan
Asuhan keperawatan lanjut usia ditatanan
komunitas adalah kumpulan tindakan yang disusun oleh perawat bersama dengan
masyarakat lanjut usia dan dilaksanakan untuk memecahkan masalah kesehatan dan
masalah keperawatan yang telah diidentifikasi. Dalam merencanakan asuhan
keperawatan ditatanan komunitas, terlebih dahulu ditetapkan tujuan dan sasaran.
Rencana tindakan meliputi upaya pencegahan primer dan tersier dengan tidak
mengabaikan pencegahan tingkat sekunder.
Perawat dapat menggunakan tiga jenis
strategi dalam melaksanakan rencana asuhan keperawatan komunitas yang telah
disusun bersama masyarakat, yaitu:
1. proses kelompok. Dalam
melakukan implementasi, perawat melakukannya dalam satu tim/kelompok yang
memiliki elemen, seperti peraturan, keterpaduan, kepemimpinan, dan kekuatan.
2. Health promotion. Merupakan
aktivitas yang secara langsung bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan
aktualisasi individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
3. Kemitraan adalah
kemampuan mengidentifikasi dan menjalin hubungan baik dengan klien,
berkolaborasi dengan pihak terkait, mampu memfasilitasi pertukaran informasi,
dan mampu menjadi advocad bagi masyarakat.
a.
Evaluasi
merupakan ukuran keberhasilan yang mencangkup perubahan
atau respon masyarakat terhadap program kesehatan yang dilaksanakan setiap saat
(formatif) dan pada akhir program (sumatif). Hal-hal yang perlu dievaluasi
antara lain keadekuatan program, kesesuaian, keefektifan, dan efisiensi proses
keperawatan komunitas yang telah dilakukan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Lansia
merupakan tahap massa tua dalam perkembangan individu dengan batas usia 60
tahun keatas. Pada umumnya tanda proses menua mulai tampak sejak usia 45 tahun
dan menimbulkan masalah diusia sekitar 60 tahun.
a. Sasaran
lansia
Terbagi atas dua yaitu
sasaran secara langsung dan tidak lansung.
·
Sasaran lansung berupa lanjut usia
berusia 60 tahun keatas, potensial sehat jasmani dan rohani
·
Sasaran tidak langsung berupa organisasi
sosial, yayasan dan LSM yang bergerak dibidang pelayanan lanjut usia,
masyarakat, dunia usaha dan instansi pemerintahan.
b. Tujuan
pelaksanaan kesehatan
1)
Terpenuhinya jasmani,rohani, sosial dan psikologinya
lanjut usia secara memadai serta teratasinya masalah-masalah lanjut usia.
2)
Terlindunginya lanjut usia dari
perlakuan masalah.
3)
Terlaksananya kegiatan yang bermakna
bagi lanjut usia
4)
Terpeliharanya hubungan yang harmonis
antara lanjut usia, keluarga dan lingkungan.
5)
Terbentuknya keluarga dalam menjalankan
tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan lanjut usia.
6)
Melembagakan nilai-nilai terhadap lanjut
usia.
7)
Tersedianya pelayanan alternatif diluar
pelayanan panti sosial bagi lanjut usia.
c. Jenis-jenis
pelayanan lansia
-
Pelayanan sosial
-
Pelayanan psikologis
-
Pelayanan kerohanian
-
Pemeliharaan fisik dan kesehatan
-
Penyediaan tempat yang sehat dan aman
-
Layanan rekreasi dan penyaluran hobi
d. Prinsip
pelayanan kesehatan
1. Tidak
memberi stigma
2.
Tidak mengucilkan
3.
Usia lanjut sangat membutuhkan perhatian
dan kasih sayang karena jangan dikucilkan dari pergaulan sosialnya.
4.
Menghindari sikap sensitiif.
5.
Pemenuhan kebutuhan secara tepat.
6.
Pelayanan secara komperhensif.
7.
Tidak membesar-besarkan masalah.
8.
Mengindari sikap belas kasihan.
9.
Pelayanan yang cepat dan tepat.
10.
Pelayanan yang bermutu.
11.
Pelayanan yang efektif dan efisien.
12.
Pelayanan yang akuntabel.
e.
Pelaksanaan pelayanan kesehatan lansia
dikomunitas
1.
Pelayanaan kesehatan lanjut usia
dimasyarakat dikomunitas (community based
service)
2.
Pelayanaan Kesehatan Lansia Masyarakat
Berbasis Rumah Sakit (Hospital Based Community Geriatric Service)
3.
Pelayanan Kesehatan Lansia Berbasis
Rumah Sakit ( Hospital Basedgeriatric
Service).
f.
Institusional
1.
Non panti
·
Perumahan bagi lanjut usia sehat
·
Service flat
·
Rumah lanjut usia di dekat panti
·
Pemukiman berkelompok
·
Perawatan lanjut usia dirumah
·
Pelayanan social di keluarga sendiri
·
Foster care service
·
Pusat santunan keluarga (pusaka )
2. Panti
sosial trensna wredha
g. Asuhan
keperawatan lansia dikomunitas
o
Pengkajian
o
Diagnosis keperawatan
o
Rencana dan pelaksanaan tindakan
keperawatan.
B. Saran
Memberikan
asuhan keperawatan pada lansia ditatanan komunitas harus sessuai dengan
intervensi yang telah disusun yang sebelumnya telah dilakukan pengkajian secara
langsung pada lansia dimulai dari pemenuhan biopsikososial hingga mewujudkan
lansia yang sehat dan sejahtera.
DAFTAR
PUSTAKA
Aspiani,Reny
Y.,(2014).Buku Ajar Asuhan Keperawatan
Gerontik Jilid 2. CV Trans Media : Jakarta
Nugroho
Wahjudi H.,(2014).Keperawatan Gerontik
dan geriatrik. Jakarta : EGC

0 komentar:
Posting Komentar