Senin, 20 April 2015


ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA DIKOMUNITAS
MAKALAH
KEPERAWATAN GERONTIK

ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA DIKOMUNITAS
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Gerontik
Disusun Oleh Kelompok VII
1.      Hestisari khurnia         (04.12.3439)
2.      Lili yuliati                    (04.12.3446)
3.      Nyoman bagiarta         (04.12.3452)
4.      Tri suryawati               (04.12.3468)
5.      Vivied kamisa apriani (04.12.3471)


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SURYA GLOBAL
YOGYAKARTA
2015








KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa, atas limpahan Rahmat dan KaruniaNya sehingga penyusunan makalah mata kuliah keperawatan keperawatan gerontik dengan judul “Asuhan keperawatan lansia di komunitas”  ini dapat penulis selesaikan tepat pada waktunya.
Meskipun demikian, kami menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan baik dari segi bahasa maupun kalimatnya. Olehnya itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari siapa saja yang sempat membaca makalah ini.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan yang maha esa.






Yogyakarta, April 2015

Penulis




DAFTAR ISI
HALAMAN  JUDUL
KATA PENGANTAR .............................................................................................. 2
DAFTAR ISI .............................................................................................................. 3
BAB I      PENDAHULUAN ............................................................................. ....... 4
A.    Latar belakang................................................................................ ....... 4
B.     Rumusan masalah........................................................................... ....... 5
C.     Tujuan............................................................................................. ....... 5
D.    Manfaat .......................................................................................... ....... 6
BAB II    PEMBAHASAN
A.    Pengertian lansia............................................................................. ....... 7
B.     Sasaran lansia dikomunitas............................................................. ....... 7
C.     Tujuan pelayanan kesehatan lansia................................................. ....... 7
D.    Jenis-jenis pelayanan lansia dikomunitas........................................ ....... 8
E.     Prinsip pelayanan kesehatan lansia dikomunitas............................. ..... 11
F.      Pelaksanaan pelayanan kesahatan lansia dikomunitas.................... ..... 12
G.    Institusional pelayanan lansia dikomunitas..................................... ..... 13
H.    Asuhan keperawatan lansia dikomunitas........................................ ..... 19
BAB III   PENUTUP
A.    Kesimpulan .................................................................................... ..... 22
B.     Saran .............................................................................................. ..... 24
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 25






BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Keperawatan adalah ilmu yang mempelajari penyimpangan atau tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yang dapat mempengaruhi perubahan, penyimpangan atau tidak berfungsinya secara optimal setiap unit yang terdapat dalam sistem hayati tubuh manusia, baik secara individu, keluarga, ataupun masyarakat dan ekosistem. Komunitas adalah sekelompok manusia yang saling berhubungan lebih sering dibandingkan dengan manusia lain yang berada diluarnya serta saling ketergantungan untuk memenuhi keperluan barang dan jasa yang penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
     Keperawatan komunitas adalah sintetis praktik keperawatan lanjut usia dan meningkatkan dan memelihara kesehatan penduduk. Asuhan keperawatan lanjut usia bersifat berkelanjutan bukan episodik terhadap status kesehatan lanjut usia. Oleh karena itu asuhana keperawatan lanjut usia ditukan kepada individu lanjut usia, keluarga dan kelompok yang mempengaruhi kesehatan, penigkatan kesehatan, penjuluhan kesehatan koordinasi dan asuhan keperawatan berkelanjutan yang dilaksanakan dengan pendekatan menyeluruh terhadap kelompok dan masyarakat.
     Asuhan keperawatan pada lanjut usia ditatanan komunitas, selain mencangkup keperawatan kesehatan keluarga atau pelaku rawat juga memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat luas membantu masyarakat mengidenifikasi masalah kesehatan sendiri,serta memecahkan masalah kesehatan tersebut sesuai dengan kemapuan yang ada pada lanjut usia sebelum mereka meminta bantuan pada orang lain.
     Selain itu, asuhan keperawatan lanjut usia ditatana komunitas menitik beratkan pada dukungan dan peran serta masyarakat secara aktif dengan mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanaan kuratif dan rehabilitatif. Intervensi ditujukan pada individu lanjut usia, keluarga, pemberi asuhan, karyawan panti, kelompok dan masyarakat sebagai kesatuan yang utuh melalui proses keperawatan untuk meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal sehingga mandri selama mungkin dalam upaya kesehatannya. Keperawatan pada usia lanjut merupakan bgian dari tugas dan profesi keperawatan yang memerlukan berbagai keahlian dan keterampilan yang spesifik sehingga dibidang keperawatan pun saat ini ilmu keperawatan lanjut usia berkembang menjadi suatu spesialisasi yang mulai berkembang.
Keperawatan lanjut usia dalam bahasa Inggris sering dibedakan atas Gerontologic nursing (gerontic nursing) dan geriatric nursing sesuai keterlibatannya dalam bidang yang berlainan.Gerontologic nurse atau perawat gerontologi adalah perawat yang bertugas memberikan asuhankeperawatan pada semua penderita berusia diatas 65 tahun dipakai batasan usia 60 tahun tanpa melihat apapun penyebabnya dan dimanapun dia bertugas Secara definisi, hal ini berbeda dengan perawat geriatrik, yaitu mereka yang berusia diatas 65 tahun danmenderita lebih dari satu macam penyakit (multipel patologi), disertai dengan berbagai masalah psikologik maupun sosial.
B.     Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apa pengertian lansia?
2.      Apa saja sasaran pelayanan lansia ?
3.      Apa tujuan pelayanan pada lansia ?
4.      Jenis-jenis pelayanan pada lansia ?
5.      Bagaimana Prinsip pelayanan kesehatan pada lansia ?
6.      Bagaimana pelaksanaan pelayanan kesehatan lanjut usia dikomunitas ?
7.      Apa saja Institusionalisasi lanjut usia ?
8.      Bagaimana asuhan keperawatan pada lansia ?
C.    Tujuan
a)      Tujuan umum
Agar pembaca mampu mengetahui dan memahami asuhan keperawatan lansia di komunitas.
b)     Tujuan khusus
1)      Mampu memahami pengertian lansia
2)      Mampu mengetahui sasaran pelayanan lansia dikomunitas
3)      Mampu mengetahui tujuan pelayanan kesehatan dikomunitas
4)      Mampu memahami jenis-jenis pelayanan lansia
5)      Mampu memahami prinsip pelayanan kesehatan pada lansia
6)      Mampu memahami palaksanaan pelayanan kesehatan lanjut usia dikomunitas
7)      Mampu mengetahui institusional lanjut usia
8)      Mampu membuat asuhan keperawatan lansia dikomunitas
D.    Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut
1.      Mahasiswa
Memberikan gambaran dan pengetahuan dalam memberikan asuahan keperawatan pada lansia di tatanan komunitas.
2.      Masyarakat umum
Menambah pengetahuan tentang asuhan keperawatan lansia dikomunitas



                                                                                                                  






BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian
     Usia lanjut dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia. Lansia adalah kelompok usia 60 tahun keatas yang rentan terhadap kesehatan fisik dan mental. Penuaan atau dikenal dengan aging berarti merupakan tahap lanjut dari proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stress lingkungan. Penurunan kemampuan berbagai organ, fungsi dan sistem tubuh bersifat alamiah/fisiologis. Pada umumnya tanda proses menua mulai tampak sejak usia 45 tahun dan memimbulkan masalah di usia sekitar 60 tahun. Maka dapat disimpulkan bahwa lansia adalah lanjut usia adalah tahap masa tua dalam perkembangan individu dengan batas usia 60 tahun ke atas.
B.     Sasaran lansia dikomunitas
Sasaran terbagi dua yaitu sasaran langsung san tidak langsung.
1)      Sasaran langsung berupa lanjut usia yang berusia 60 tahun keatas, potensial sehat jasmani dan rohani.
2)      Sasaran tidak langsung berupa organisasi sosial, yayasan dan LSM yang bergerak dibidang pelayanan lanjut usia, masyarakat, dunia usaha dan instansi pemerintahan.
C.    Tujuan pelayanan kesehatan lansia
1)      Terpenuhinya jasmani,rohani, sosial dan psikologinya lanjut usia secara memadai serta teratasinya masalah-masalah lanjut usia.
2)      Terlindunginya lanjut usia dari perlakuan masalah.
3)      Terlaksananya kegiatan yang bermakna bagi lanjut usia
4)      Terpeliharanya hubungan yang harmonis antara lanjut usia, keluarga dan lingkungan.
5)      Terbentuknya keluarga dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan lanjut usia.
6)      Melembagakan nilai-nilai terhadap lanjut usia.
7)      Tersedianya pelayanan alternatif diluar pelayanan panti sosial bagi lanjut usia.
D.    Jenis-jenis pelayanan lansia
Jenis pelayanan lanjut usia didasarkan pada kebutuhan dan masalah lanjut usia. Dalam pelayanan proses lanjut usia dituntut untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang bermakna bagi massa tuanya.
1.      Pelayanan sosial
Pelayanan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan lanjut usia dalam menyesuikan diri terhadap proses perubahan dirinya, baik secara fisik, psikologi maupun sosial.
Pelayanan sosial mencangkup :
a)      Bimbingan sosial :
1)      Mengatasi masalah-masalah lanjut usia dalam hubungannya dengan lingkungan sosial khususnya keluarga
2)      Mengoptimalkan relaksasi antara lanjut usia maupun dengan lingkungan sosialnya (keluarga dan komunitas sekitar lembaga pelayanan harian)
3)      Pelayanan ini dilakukan melalui bimbingan sosial kelompok dalam bentuk konseling, diskusi, permainan peran dan lain-lain.
b)      Bimbingan psikososial
Bimbingan psikososial diarahkan untuk mengatasi masalah psikososial yang bersumber dari tekanan-tekanan emosional, psikologis dan lingkungan sosial lanjut usia, menurunkan kecemasan mereka dan masalah-masalah lainnya. Bimbingan psikososial dilaksanakan melalui kegiatan konseling, individu, kelompok, dan keluarga.
2.      Pelayanan psikologis
Pelayanan ini terutama ditujukan untuk memperbuat kondisi mental dan psikologis lanjut usia dan keluarganya dalam menghadapi berbagai tekanan.
Pelayanan ini dilakukan melalui :
1)      Pelayanan konsultasi psikologis
2)      Pelayanan rekruitmen lanjut usia potensial yang masih ingin bekerja.
3)      Pelayanan konseling lain-lain.
3.      Pelayanan kerohanian.
Pelayanan kerohanian bertujuan untuk mencptakan kepuasan batin, mencapai ketenangan jiwa dan ketakwaan lanjut usia kepada tuhhab yang maha esa, yang dilakukan melalui kegiatan pengajianm kebaktian, ceramah-ceramah agama dan ziarah.
4.      Pemeliharaan fisik dan kesehatan.
Pelayanan ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kondisi dan keberfungsian fisik lanjut usia serta meningkatkan pemahaman dan partisipasi lanjut usia dalam upaya pemeliharaan fisik dan kesehatan.

Pelayanan pemeliharaan fisik dan kesehatan dilakukan melalui :
1)      Pelayanan makan dan gizi, yang bertujuan untuk menjaga terpenuhinya kebutuhan fisik, nutrisi atau diet lanjut usia. Pelayanan ini terdiri dari :
a)      Penyediaan makanan.
b)      Pengaturan asupan makanan.
c)      Konsultasi diet.
d)     Pemberian makanan tambahan (snack dan lain-lain)
2)      Pelayanan kesehatan, yang bertujuan untuk memantau serta menjaga kondisi kesehatan lanjut usia. Pelayanan ini meliputi : pelayanan promotif, preventif, dan kuratif, termasuk didalamnya pelayanan pemeriksaan kesehatan.
3)      Pelayanan kebugaran
Pelayanan ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada lanjut usia dalam melaksanakan aktivitas yang bermanfaat bagi kesehatan fisik serta menjaga sarana kegiatan rekreatif.
Pelayanan kebugaran meliputi :
·         Penyelanggaraan senam kesehatan yang bersifat khusus seperti senam jantung dan darah tinggi
·         Penyediaan pelayana olahraga yang sesuai dengan kebutuhan lanjut usia.
5.      Penyedia tempat yang sehat dan aman
Pelayanan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan pada lansia yang memungkinkan mereka untuk beristirahat, maupun melakukan aktifitas dengan penuh semangat
6.      Pelayanan rekreasi dan penyaluran hobi
Pelayanan ini ditujukan untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi usia lanjut. Kegiatan yang bersifat hiburan atau pengisiaan waktu luang.
Pelayanan ini meliputi :
·         Darmawisata bersama
·         Merayakan ulang tahun atau mengadakan arisan
·         Menyediakan fasilitas hiburan (ruangan untukmenyanyi, menonton tv, dansa dan dll)
·         Merajut, berkebun, dll
·         Menyelengarakan kursus-kursus bahasa, keterampilan praktis dll
·         Menyediakan fasilitas perpustakaan
7.      Pelayanan penghubung atau rujukan
Pelayanan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan usia lanjut dengan cara menghubungkan atau merujuk mereka dengan sistem sumber atau pelayanan lain yang dibutuhkan. Lembaga pelayanan harian menyediakan pelayanan penunjang antara lain: pelayanan data dan informasi.
Pelayanan ini bertujuan untuk menyediakan data dan informasi bertujuan berkaitan dengan masalah lanjut usia dan pelayanan harian lanjut usia seperti:persyaratan penerimaan, jenis pelayanan tersedia, proses pelayanan sarana dan prasaranan yang tersedia dan dll.
Pelayanan ini bertujuan untuk meningkatkan mobilitas lanjut usia yang meliputi: penyediaan sarana transportasi yang dibutukan lanjut usia, ambulans dll (DepSos RI ,2003 dalam henny sularesti)
E.     Prinsip pelayanan kesehatan dikomunitas
Dalam pemberian asuhan usia lanjut harus dilaksanakan dengan memperhatikan prisip antara lain :
1.      Tidak memberi stigma (destigmatisasi ). Pada dasarnya proses menua disertai masalah kesepian, kurang pendengaran, kurang penglihatan, dan lemah fisik. Hal tersebut merupakan proses alamiah dan akan terjadi pada semua orang, kesulitan yang terberat bagi lansia, apalagi bila ditambah label “lanjut usia tidak berguna lagi”
2.      Tidak mengucilkan
3.      Usia lanjut sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang karena jangan dikucilkan dari pergaulan sosialnya.
4.      Menghindari sikap sensitiif.
5.      Pemenuhan kebutuhan secara tepat.
6.      Pelayanan secara komperhensif.
7.      Tidak membesar-besarkan masalah.
8.      Mengindari sikap belas kasihan.
9.      Pelayanan yang cepat dan tepat.
10.  Pelayanan yang bermutu.
11.  Pelayanan yang efektif dan efisien.
12.  Pelayanan yang akuntabel
          Dalam memberikan asuhan keperawatan perawat di PSTW  (Panti sosial Tresna Wredha) dapat berfungsi sebagai pengganti keluarga yang memberi pelayanan kejahteraan sosial.
          Pemberian asuhan pada lanjut usia harus mengacu pada fungsi keluarga yaitu fungsi afektif (saling asah,asih,asuh,cinta kasih, menerima dan menghargai) dengan mempertahankan iklim yang positif fungsi sossialisasi harus saling menciptakan interaksi yang karmonis sehingga mampu berperan di PSTW.

F.     Pelaksanaan pelayanan kesehatan lansia dikomunitas
     Secara garis besar pelayanan kesehatan pada lansia dapat dipakai sebagai berikut ( Hasi-martono,1993-1994)
1.      Pelayanan kesehatan lanjut usia dimasyarakat dikomunitas
(Community based service)
pada upaya kesehatan ini berupaya berperan dalam menangani kesehatan  lanjut usia sensitif puskemas dan dokter merupakan tulang punggung pada layanan tingkat ini. Puskesmas berperan membentuk kelompok atau klub lanjut usia dalam upaya promotif,preventif,kuratif peran serta LSM untuk membentuk layanan sukarela misalnya dalam pemberian badan yang mmeberikan layanan bantuan keperawatan (home nursing)
2.      Pelayanaan Kesehatan Lansia Masyarakat Berbasis Rumah Sakit                    (Hospital Based Community Geriatric Service)
Pada layanan tingkat ini, rumah sakit setempat yang telah melakukan layanan geriatri bertugas membina lansia yang berda di wilayahnya, baik secara langsung atau tidak langsung melalui pembinana puskesmas yang berada di wilayah kerjaannya”Transfer Of Knowledge”  berupa lokakarya,simposium,ceramah-ceramah baikkepada tenagakesehatan ataupun  kepada umum perlu di laksanakan.dilain piha, rumah sakit harus selalu bersedia bertindak sebagai rujukan dari layanan kesehatan yang adda di masyarakat.

3.      Pelayanan Kesehatan Lansia Berbasis Rumah Sakit ( Hospital Basedgeriatric Service).
Pada layanan ini rumah sakit tergantung dari jenis layanan yang ada,menyediakan berbagai layanan bagi para lanjut usia. Mulai dari layanan sederahana berupa poliklinik lansia, sampai pada layanan yang lebih maju,misalnya: Bangsal aku, klink siang terpadu (day hospital), bangsal kronis atau panti rawat wredha ( nursing homes). Disamping itu rumah sakit jiwa juga menyediakan layana kesehatan lansia bagi lansia dengan pola yang sama. Pada tingkat ini di laksanan suatu layanan terkait (con joint care) antara unit geriatri unit ruamh sakit umum dengan unit psikogeriatri suatu rumah sakit jiwa, terutama untuk menangani  penderita penyakit fisik densgn komponen gangguan psikis berat atau sebaliknya.
G.    Institusional lansia
1)      Nonpanti
a.     Perumahan bagi lanjut usia sehat
Perubahan bagi lanjut usia sehat merupakan kompleks bagi lanjut usia yang masih mandiri. Rumah ini telah dibangun, dibentuk, dan diaturhat merupakan kompleks bagi lanjut usia yang masih mandiri. Rumah ini telah dibangun, dibentuk, dan diatur sa sedemikian rupa , sehingga ukuran, perabotan rumah tangga, dan peralatan telah disediakan dan disesuaikan dengan kebutuhan lanjut usia, (mis., lantai tidak licin, penerangan cukup, ukuran kursi, meja, tempat tidur, peralatan dapur, tangga, dan alat pegangan, dll.) Biasanya tempat semacam ini ditunjukan untuk warga lanjut usia yang masih mandiri, tetapi anak-anaknya sudah berkeluarga dan hidup terpisah.
b.     Service flat     
             Rumah susun mewah lengkap dengan mini-supermarket, salon, dan sarana olahraga. Setiap lanjut usia menghuni satu apartemen lengkap dengan ruang tamu, ruang makan, dapur, dsb. Makanan disediakan dan pakaian dicucikan. Lokasinya dekat dengan panti rawat werdha (nursing home), agar dapat memakai sarana kesehatannya dan membina kontak dengan sesama lanjut usia.
c.      Rumah lanjut usia di dekat panti 
             Lanjut usia yang  telah memulai sakit-sakitan atau invalid, tetapi masih ingin hidup mandiri, mendapat rumah didekat panti werdha (nursing home). Makan dapat dipesan dari catering dan dapat mendatangkan orang untuk membersihkan rumahnya sekali dalam  satu minggu.
d.     Pemukiman berkelompok
             Beberapa warga lanjut usia tinggal di flat dengan ruang tamu dan dapur secara bersama. Setiap lanjut usia menghuni kamar terpisah tetapi setiap hari dapat bertemu. Meka membuat sendiri aturan dalam kelompok tersebut.
e.      Perawatan lanjut usia dirumah
             Pada perawatan lanjut usia di rumah (dalam Bahasa belanda, Mantelzorg),perawatan/pemberian asuhan mendatangi rumah lanjut usia, membantu memberi asuhan keperawatan (memandikan, melaksanakan pemberian obat dari dokter, merawat kebersihan pribadinya), bahkan memasak, membersihkan rumah lanjut usia, dan sebagainya. Kegiatan ini dikoordinasi di tingkat kecematan.
             Pada pelayanan kesehatan dirumah (dalam bahasa belanda Thuiszorg), lanjut usia yang mengalami sakit dapat meminta bantuan petugas kesehatan/ perawat untuk datang ke rumah untuk memberi obat yang diperlukan. Perawat juga menyewakan alat bantu agar lanjut usia tetap dapat mandiri. Pelayanan ini dilakukan oleh pemerintah dan swasta.
f.       Pelayanan social di keluarga sendiri
             Home care  service adalah bentuk pelayanan social bagi lanjut usia yang dilakukan di rumah sendiri atau di dalam lingkungan ke luarga lanjut usia. Tujuan pelayanan yang diberikan adalah membantu keluarga mengatasi dan memecahkan masalah lanjut usia, sekaligus member kesempatan kepada lanjut usia untuk tetap tinggal dalam lingkungan keluarga. Sasaran pelayanannya adalah lanjut usia yang mengalami masalah mobilitas, kesehatan, dan lain-lain, sehingga membutuhkan dari pihak lain. Pelayanan ini dapat diberikan oleh:
1.      Perseorangan: perawat, pemberi asuhan, pramulansia
2.      Keluarga
3.      Kelompok
4.      Lembaga/ organisasi social/yayasan
5.      Dunia usaha dan pemerintah
              Jenis pelayanan yang diberikan dapat berupa bantuan makanan (menyiapkan dan memberi makanan), bantuan melakukan aktivitas sehari-hari, bantuan kebersihan dan perawatan kesehatan, penyuluhan gizi dan kesehatan, pendampingan rekreasi, bimbingan mental dan keagamaan, konseling, dan rujukan. Pelayanan diberikan secara kontinu setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, selama lanjut usia atau keluarganya membutuhkan. Pelayanan dapat bersifat sukarela atau atas dasar kemanusiaan dan keagamaan, dapat juga bersifat komersil/ balas jasa.
            Perawatan  lanjut usia di rumah sendiri oleh keluarga . Hal ini berarti keluaga harus melaksanakan pada:
1.      Asah  (penyuluhan)
2.      Ah mandisih ( kasih sayang/ kesehatan/saling menerima
3.      Asuh (saling mendukung/merawat/mengasuh)
            Keluarga harus terlihat aktif dalam mempertahankan dan meningkatkan status kesehatan lanjut usia. Perlu kerja sama dengan perawat dalam mengenal dan menyelesaikan masalah kesehatan. Perawat di rumah memberi manfaat bagi lanjut usia yang masih mandiri dan mau tetap tinggal di rumah. Bagi lanjut usia lingkungan rumah lebih dikenal dan lebih nyama,  kemandirian dapat dibentuk lebih cepat, pendekatan yang diberikan bersifat individu, dan lebih bersifat pribadi. Dirumah ia akan mendapatkan suasana hangat karena dekat dengan anak,cucu, tema, dan dapat melakukan hobinya.
                  Beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
1.      Perhitungkan sumber dana (terutama untuk alat-alat)
2.      Adaptasi di rumah:
a.       Jalan keluar/ masuk rumah dan kamar dibuat bebas hambatan
b.      Hindari lantai licin, barang berserakan, dan lampu redup
c.       Letakkan alat komunikasi pada tempat yang mudah dijangkau (telepon, interkom, bel, dan lain-lain).
d.      Letakkan TV dan radio pada posisi yang terbaik
e.       Pengamanan pada tanggal
f.       Penyesuaian peralatan dapur
g.      Penyesuaian di ruang duduk, termasuk bentuk dan ukuran kursi, sebaiknya setinggi kursi makan dan berlengan.
h.      Kamar mandi/WC di lengkapi pegangan
                        Prinsip pelayanan yang di berikan harus berpedoman pada ideology atau cita-cita yang di bangun dalam pelayanan bantuan dirumah ,yakni :
1.      Hidup mandiri
2.      Mengambil keputusan sendiri
3.      Gaya hidup pribadi dan orientasi nilai
4.      Kerahasiaan dan privasi
5.      Keamanan
g.     Foster care service
            Foster care service atau pelayan social lanjut usia melalui keluarga pengganti  pelayanan social yang di berikan kepada lanjut usia di luar keluarga sendiri dan di luar lembaga . lanjut usia tinggal bersama keluarga lain/pengganti karena keluarga tidak member pelayanan yang di butuhkannya atau berada dalam kondisi terlantar. Pelayanan ini di berikan terutama oleh keluarga pengganti yang bersedia memberi pelayanan.
              Tujuan pelayanan ini adalah membantu memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalah yang di hadapi lanjut usia dan keluarga nya.sasaran pelayanan adalah lanjut usia terlantar atau lanjut usia karena satu dan lain hal,tidak dapat di layani oleh keluarga sendiri,termasuk lanjut usia yang di terlantarkan.
              Jenis pelayanan yang dapat di berikan berupa :
1.      Bantuan makanan,misalnya menyiapkan dan memberi makanan
2.      Peningkatan gizi
3.      Bantuan aktivitas sehari-hari
4.      Bantuan kebersihan dan perawatan kesehatan
5.      Pendampingan rekreasi
6.      Konseling
7.      Olahraga/senam lanjut usia
8.      Pelayanan mental spiritual
9.      Rujukan
10.  Memberi  informasi dan melatih anggota keluarga tentang cara memberi pelayanan lanjut usia
              Pelayanan di berikan secara kontinu/berkala bias setiap hari,setiap minggu,setiap bulan,sepanjang lanjut usia/keluarga membutuhkan. Pelayanan dapat bersifat sukarela ( atas dasar kemanusiaan dan keagamaan ) dapat juga bersifat komersial/balas jasa.
h.    Pusat santunan keluarga (pusaka )
              Dulu di sebut home care, yang berubah pada tahun 1987.pelyanan kepada lanjut usia ini di berikan di tempat yang tidak jauh dari tempat tinggal lanjut usia. Tujuan pelayanan ini adalah membantu keluarga/lanjut usia dalam mengatasi permasalahan, untuk memenuhi kebutuhan,memecahan masalah lanjut usia,sekaligus memberi  kesempatan kepada lanjut usia  untuk tetap tinggal di lingkungan keluarga.
              Sasaran pelayanan adalah lanjut usia yang berada dalam lingkungan keluarga sendiri atau keluarga pengganti.lanjut usia masih berpotensi,sehat,dan mandiri,tetapi mengalami keterbatasan ekonomi.
Jenis pelayanan yang di berikan :
Kegiatan pemeriksaan kesehatan
1.      Olahraga bersama
2.      Pengadaan dan pengiriman makanan ( meals on wheels)
3.      Upaya pendalaman keagamaan
2)      Panti sosial trensna wredha
       Panti sosial tresna werdha (PSTW ) adalah institusi yang memberi pelayanan dan perawatan jasmani,rohani,social, dan perlindungan untuk memenuhi kebutuhan lanjut usia agar dapat memiliki kehidupan secara wajar. PSTW ( versi depsos RI ) unit pelaksana teknis (UPT ) di bidang pembinaan kesejahteraan social lanjut usia memberi pelayanan kesejahteraan social bagi lanjut usia berupa pemberian :
1.      Penampngan
2.      Jaminan hidup ( makanan dan pakaian )
3.      Pemeliharaan kesehatan
4.      Pengisian waktu luang termaksud rekreasi
5.      Bimbingan social,mental dan spiritual
       Dengan demikian ,para lanjut  usia  yang tinggal di PSTW dapat menikmati hari tuanya denga ketentraman lahir dan batin. Pelayanan yang di berikan dalam bentuk kegiatan, antara lain :
1.      Kegiatan rutin ( harus terjadwal dari senin sampai sabtu )
a.       Pemenuhan kebutuhan makan 3 kali/hari dan kudapan 2 kali/hari
b.      Senam lansia : senam pernapasan, senam jantung,senam relaksasi otot jantung  dan panca indra,senam osteoporosis , senam diabetes mellitus ,senam dan gerak latih otak.
c.       Bimbingan rohani/ keagamaan sesuai dengan agama /kepercayaan lanjut usia
d.      Kerajinan tangan : menjahit, membordir,menyulam,merenda, dan membuat kartu ucapan.
e.       Menyalurkan hobi : bermain angklung,menyanyi diiringi orgen,karaoke,berkebun,dan melukis.
2.      kegiatan waktu luang
a.       bermain ( scrabble,congklak,halma,catur,pingpong,poco-poco)
b.      berpantung/baca puisi
c.       menonton film ( video,TV )
d.      membaca ( Koran )
e.       olahraga ( berenan,tenis lapangan, dan lain-lain )
f.       menerjamah artikel ( dari bahasa asing ke bahasa Indonesia )
H.  Asuhan keperawatan lansia dikomunitas
     Asuhan keperawatan lanjut usia ditatanan komunitas ini diberikan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan meliputi:
1.      Pengkajian
                        Data yang perlu dikumpulkan dimasyarakat meliputi askep bio-psiko-sosial-kultural, dan spiritual. Data tersebut diperoleh dari wawancara, observasi, partisipasi, analisis data sekunder, penelitian,catatan kesehatan, survey terstruktur, dan winshield survey. Menurut Newman (1982), Pengkajian terdiri atas struktur inti, dan delapan subsistem yang mengelilingi struktur inti, antara lain lingkungan fisik, sarana pelayanan kesehatan dan sosial-ekonomi, keamanan, trasportasi, polotik, komunikasi , pendidikan, dan rekreasi.
a.    Struktur inti (komunitas lanjut usia). Hal yang dikaji dalam struktur inti antara lain konsep diri system pendukung yang ada di masyarakat (terutama lanjut usia yang tinggal diberbagai tipe hunian lanjut usia). Yang dimaksud dengan konsep diri meliputi meliputi persepsi masyarakat lanjut usia terhadap kesehatan, kelompok, dan lingkungan. Riwayat kesehatan meliputi kapan terjadi resiko penyakit dan bagaimana masyarakat lanjut usia menerima perubahan program kesehatan.
      Sedangkan data statistik yang dapat dikaji adalah usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, morbiditas dan mortalitas, tingkat penghasilan serta komposisi pekerjaan. Selain itu, data kultural  yang di kaji meliputi suku bangsa, bahasa yang digunakan, dan nilai dan keyakinan tentang kesehatan. Sistem pendukung yang perlu dikaji adalah dukungan profesi lain dalam memecahkan masalah kesehatan serta bentuk dukungan tersebut.
      b. Interaksi subsistem. Yang merupakan interaksi subsistem adalah lingkungan fisik, pelayanan  kesehatan dan sosial ekonomi, keamanan dan trasportasi, politik, komunikasi, pendidikan serta rekreasi.
a.       Lingkungan fisik meliputi jenis pelayanan geopolitik, bunyi, bising, bau, fasilitas pelayanan dan sosial.
b.      Pelayanan kesehatan meliputi jenis pelayanan yang diberikan, sumber pelayanan kesehatan, karakteristik pemakaian statistik, jenis fasilitas kesehatan yang tersedia, sosial intra ekstra komunitas
c.       Ekonomi meliputi sejauh mana ekonomi mempengaruhi kesehatan kelompok, jumlah pengangguran, komposisi pekerjaan, tingkat pendidikan, presentase lanjut usia yang hidup di bawah garis kemiskinan.
d.      Keamanan dan transportasi yang meliputi jenis kriminalitas, kemanan dan anggota masyarakat,jenis pelayanan keamanan (polisi,pemadam kebakaran, dan lain-lain), jenis transportasi masyaraka, jenis transportasi khusus.
e.       Politik. Hal ini yang perlu dikaji antara lain struktur organisasi masyarakat. Apakah masyarakat/lanjut usia mempunyai badan perkumpulan politik yang formal.
f.       Komunikasi meliputi bagaimana informas dikomunikasikan, tersedianya jenis papan pengumuman dan arena pertemua.
g.      Pendidikan meliputi persentase kelompok lanjut usia yang pernah sekolah, buta huruf, apakah kelompok memerlukan pengetahuan khusus, apakah tersedia sumber pendidikan khusus.
2.      Diagnosis keperawatan
      Diagnosisi keperawatan komunitas adalah respon masyarakat/lanjut usia terhadap masalah kesehatan, baik aktual maupun potensial/resiko yang dapat diantisipasi oleh perawat. Diagnosis keperawatan tersebut:
1.      Menggambarkan masalah, tanggapan dan kondisi masyarakat lanjut usia.
2.      Mengidentifikasi faktor etiologi dan masalah
3.      Karakteristik, tanda, dan gejala masalah.

3.      Rencana dan pelaksanaan tindakan keperawatan
      Asuhan keperawatan lanjut usia ditatanan komunitas adalah kumpulan tindakan yang disusun oleh perawat bersama dengan masyarakat lanjut usia dan dilaksanakan untuk memecahkan masalah kesehatan dan masalah keperawatan yang telah diidentifikasi. Dalam merencanakan asuhan keperawatan ditatanan komunitas, terlebih dahulu ditetapkan tujuan dan sasaran. Rencana tindakan meliputi upaya pencegahan primer dan tersier dengan tidak mengabaikan pencegahan tingkat sekunder.
      Perawat dapat menggunakan tiga jenis strategi dalam melaksanakan rencana asuhan keperawatan komunitas yang telah disusun bersama masyarakat, yaitu:
1.      proses kelompok. Dalam melakukan implementasi, perawat melakukannya dalam satu tim/kelompok yang memiliki elemen, seperti peraturan, keterpaduan, kepemimpinan, dan kekuatan.
2.      Health promotion. Merupakan aktivitas yang secara langsung bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan aktualisasi individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
3.      Kemitraan adalah kemampuan mengidentifikasi dan menjalin hubungan baik dengan klien, berkolaborasi dengan pihak terkait, mampu memfasilitasi pertukaran informasi, dan mampu menjadi advocad bagi masyarakat.

a.      Evaluasi
            merupakan ukuran keberhasilan yang mencangkup perubahan atau respon masyarakat terhadap program kesehatan yang dilaksanakan setiap saat (formatif) dan pada akhir program (sumatif). Hal-hal yang perlu dievaluasi antara lain keadekuatan program, kesesuaian, keefektifan, dan efisiensi proses keperawatan komunitas yang telah dilakukan.

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Lansia merupakan tahap massa tua dalam perkembangan individu dengan batas usia 60 tahun keatas. Pada umumnya tanda proses menua mulai tampak sejak usia 45 tahun dan menimbulkan masalah diusia sekitar 60 tahun.
a.       Sasaran lansia
Terbagi atas dua yaitu sasaran secara langsung dan tidak lansung.
·         Sasaran lansung berupa lanjut usia berusia 60 tahun keatas, potensial sehat jasmani dan rohani
·         Sasaran tidak langsung berupa organisasi sosial, yayasan dan LSM yang bergerak dibidang pelayanan lanjut usia, masyarakat, dunia usaha dan instansi pemerintahan.
b.      Tujuan pelaksanaan kesehatan
1)      Terpenuhinya jasmani,rohani, sosial dan psikologinya lanjut usia secara memadai serta teratasinya masalah-masalah lanjut usia.
2)      Terlindunginya lanjut usia dari perlakuan masalah.
3)      Terlaksananya kegiatan yang bermakna bagi lanjut usia
4)      Terpeliharanya hubungan yang harmonis antara lanjut usia, keluarga dan lingkungan.
5)      Terbentuknya keluarga dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan lanjut usia.
6)      Melembagakan nilai-nilai terhadap lanjut usia.
7)      Tersedianya pelayanan alternatif diluar pelayanan panti sosial bagi lanjut usia.
c.       Jenis-jenis pelayanan lansia
-          Pelayanan sosial
-          Pelayanan psikologis
-          Pelayanan kerohanian
-          Pemeliharaan fisik dan kesehatan
-          Penyediaan tempat yang sehat dan aman
-          Layanan rekreasi dan penyaluran hobi
d.      Prinsip pelayanan kesehatan
1.      Tidak memberi stigma
2.      Tidak mengucilkan
3.      Usia lanjut sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang karena jangan dikucilkan dari pergaulan sosialnya.
4.      Menghindari sikap sensitiif.
5.      Pemenuhan kebutuhan secara tepat.
6.      Pelayanan secara komperhensif.
7.      Tidak membesar-besarkan masalah.
8.      Mengindari sikap belas kasihan.
9.      Pelayanan yang cepat dan tepat.
10.  Pelayanan yang bermutu.
11.  Pelayanan yang efektif dan efisien.
12.  Pelayanan yang akuntabel.
e.       Pelaksanaan pelayanan kesehatan lansia dikomunitas
1.      Pelayanaan kesehatan lanjut usia dimasyarakat dikomunitas (community based service)
2.      Pelayanaan Kesehatan Lansia Masyarakat Berbasis Rumah Sakit                    (Hospital Based Community Geriatric Service)
3.      Pelayanan Kesehatan Lansia Berbasis Rumah Sakit ( Hospital Basedgeriatric Service).
f.       Institusional
1.      Non panti
·         Perumahan bagi lanjut usia sehat
·         Service flat     
·         Rumah lanjut usia di dekat panti 
·         Pemukiman berkelompok
·         Perawatan lanjut usia dirumah
·         Pelayanan social di keluarga sendiri
·         Foster care service
·         Pusat santunan keluarga (pusaka )
2.      Panti sosial trensna wredha
g.      Asuhan keperawatan lansia dikomunitas
o   Pengkajian
o   Diagnosis keperawatan
o   Rencana dan pelaksanaan tindakan keperawatan.
B.  Saran
     Memberikan asuhan keperawatan pada lansia ditatanan komunitas harus sessuai dengan intervensi yang telah disusun yang sebelumnya telah dilakukan pengkajian secara langsung pada lansia dimulai dari pemenuhan biopsikososial hingga mewujudkan lansia yang sehat dan sejahtera.



DAFTAR PUSTAKA
Aspiani,Reny Y.,(2014).Buku Ajar Asuhan Keperawatan Gerontik Jilid 2. CV Trans Media :         Jakarta
Nugroho Wahjudi H.,(2014).Keperawatan Gerontik dan geriatrik. Jakarta : EGC


0 komentar:

Posting Komentar